Merengkuh Kemuliaan Lailatul Qadr

6 Sep 2012

4400b37d8d135ff3e006d7c296f6c2ff_ilustrasi-hilalTAK TERASA waktu begitu cepat berlari. Sepekan ke depan, kita akan ditinggalkan Ramadhan nan agung, Ramadhan yang memberikan kita kesempatan menuai lipatan-lipatan pahala, Ramadhan yang dipenuhi rahmat, maghfirah, dan janji Allah untuk menghindarkan hamba-Nya dari siksa neraka. Berat rasanya melepas Ramadhan karena buncahan hati masih menggelora untuk terus bermunajat ke hadirat-Nya.

Kini Ramadhan ada di penghujung. Ramadhan masih menawarkan kesempatan kepada kita untuk melepasnya dengan berjuta kebaikan dan ibadah mengharap ridha-Nya. Inilah saatnya merengkuh Lailatul Qadr, sebuah malam yang kebaikannya melebihi seribu bulan, sebagaimana Allah jelaskan dalam firman-Nya:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada Lailatul Qadr (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadr itu? Lailatul Qadr itu lebih baik dari seribu bulan.Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar, (QS. Al-Qadr : 1-5).

Kemuliaan Lailatul Qadr
Kemuliaan Lailatul Qadr dipaparkan jelas dalam ayat di atas.Paling tidak ada dua kemuliaannya sehingga disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pertama, Al-Quran diturunkan ketika Lailatul Qadr. Dan kedua, saat itulah para malaikat dan Malaikat Jibril turun ke dunia ini guna mengatur segala urusan untuk kesejahteraan umat Muhammad Saw.Ada sejumlah hadits yang memberitakan Lailatul Qadr terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Di antaranya sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad r.a:

Lailatul Qadr ada di akhir bulan Ramadhan tepatnya di sepuluh malam terakhir, malam ke duapuluh satu atau duapuluh tiga atau duapuluh lima atau duapuluh tujuh atau duapuluh sembilan atau akhir malam Ramadhan. Barangsiapa mengerjakan Qiyamullail (shalat malam) pada malam tersebut karena mengharap ridha-Ku, maka diampuni dosanya yang lampau atau yang akan datang.

Kemuliaan Lailatul Qadr yang hanya ada diakhir Ramadhan sangat ditunggu Rasulullah Saw.Bahkan, agar kemuliaan Lailatul Qadr dirasakan pula oleh umatnya, Rasulullah Saw. mengingatkan kita agar tidak luput mendapatkannya. Dalam sebuah hadits diterangkan: Carilah di sepuluh hari terakhir, jika seorang dari kamu merasa lemah atau tidak mampu maka janganlah sampai terluput tujuh hari sisanya, (HR. Bukhari dan Muslim).

Jika kita telisik, terdapat hikmah Lailatul Qadr mengapa terjadi di akhir Ramadhan, bukan di awal Ramadhan.Salah satunya, karena pada duapuluh malam sebelumnya kita mengasah dan mengasuh jiwa sebagai persiapan menyambut Lailatul Qadr.Sehingga bagi orang yang konsisten beribadah sejak awal Ramadhan, dengan kehendak Allah,niscaya akan mudah mendapatkan Lailatul Qadr.Adapun tanda-tanda Lailatul Qadr dapat kita telusuri pada beberapa hadits. Di antara hadits tersebut adalah: Pagi hari malam Lailatul Qadr,matahari terbit tidak menyilaukan seperti bejana hingga meninggi, (HR. Muslim dari Ubaiy r.a.).

Dan sebuah hadits lainnya: (Malam) Lailatul Qadr adalah malam yang indah, cerah, tidak panasdan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya sinar matahari melemah kemerah-merahan, (Dari Ibnu Abbas diriwayatkan Ath-Thayalisi, Ibnu Khuzaimahdan Al-Bazzar dengan sanad hasan).

Amalan Lailatul Qadr
Setelah mengetahui kapan Lailatul Qadr terjadi,lalu apa yang harus dilakukan? Pertanyaan ini sering melintas dalam benak kita. Bahkan, para sahabat Nabi Saw. pun bertanya tentang hal itu. Mari kita telusuri berdasarkan beberapa hadits Rasulullah Saw. Pertama, pada malam-malam sepuluh terakhir Rasulullah Saw. menganjurkan kita untuk melakukan Qiyamul Lail. Sabda beliau: Barangsiapa melakukan Qiyam pada malam Lailatul Qadr dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedua, Rasulullah Saw. menganjurkan agar memperbanyak doa. Dalam sebuah hadits, Aisyahr.a. bertanya: Ya Rasulullah, apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadr (terjadi). Apayang harus aku ucapkan? Rasulullah Saw. menjawab: Ucapkanlah:”Allahumma Innaka ‘Afuwwun Tuhibbul ‘Afwa Fa’fu ‘Anniy” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanad sahih).

Ketiga, Rasulullah Saw. melakukan Itikaf di masjid. Keterangan ini berdasarkan sebuah hadits dari Aisyah r.a. yang meriwayatkan jika Rasulullah Saw. beritikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan.(HR. Bukhari dan Muslim). Keempat, mengajak keluarga untuk melakukan Qiyamul Lail. Aisyah r.a., istri Rasulullah Saw.menerangkannya dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim: Adalah Rasulullah Saw. apabila telah masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan), beliau mengencangkan kainnya (banyak beribadah), menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.

Berdasarkan hadits di atas, Rasulullah Saw.melakukan amalan-amalan ibadah tadi. Makna Qiyamul Lail boleh jadi bermakna luas. Meski sebagian ulama memaknai Qiyamul Lail sebagai shalat malam, namun sebagian ulama lainnya memaknai Qiyamul Lail sebagai aktifitas ibadah di malam hari yang boleh saja diisi oleh beragam kegiatan, antara lain shalat, berdzikir, berdoa,atau membaca Al-Quran.

*****

Sejatinya, Rasulullah Saw. telah memberikan contoh bagaimana seharusnya kita mengisi sepuluh malam istimewa di akhir Ramadhan. Sejatinya pula kita mengikuti sunnah beliau, bukan terlena menyibukkan diri dengan berbagai persiapan menyambut lebaran. Coba kita perhatikan, umumnya, kita justeru lebih senang berkeliling mal ataupasar tradisional untuk persiapan mudik, membeli baju baru, membeli kue, dan lain sebagainya.Sangat disayangkan jika kesempatan meraih kemuliaan Lailatul Qadr dilewatkan begitu saja.Padahal inilah kesempatan terakhir kita meraih kasih-sayang dan ampunan-Nya.

Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang Allah laknat karena tidak diampuni dosa-dosanya selepas Ramadhan berlalu. Dan, toh, belum tentu pula kita akan bertemu kembali dengan Ramadhan di tahun mendatang, bukan? Semoga Allah berkenan menetapkan hati dan meringankan langkah kita untuk menjemput malam seribu bulan guna merengkuh kemuliaan serta ridha-Nya. Amin Ya Rabbal Alamin.

Wallahu Alam bish Shawab. []


TAGS Ramadhan


-

Author

Follow Me