Ayam Gides Iga Mawarni

21 Oct 2013

7b04a7db9e792091e50161d60beeeb52_ayam-gidesLama tak terdengar, Iga Mawarni kini muncul dengan image berbeda. Penyanyi cantik yang hits dengan lagu Kasmaran di awal era 90-an itu, kali ini tampil dengan Teras Jawa yang menawarkan sajian juara. Tak hanya menyantap menu istimewa, jika beruntung, Anda pun bisa mendengarkan suara emas dan berfoto ria dengan artis serba bisa ini. So, apa kabar Iga Mawarni?

Malam hampir menyantap senja saat DUTA RIMBA berkunjung ke Teras Jawa milik Iga Mawarni. Saat kami tiba, sang pemilik Teras Jawa menyambut dengan senyumnya yang khas. Iga Mawarni, sosok artis serbabisa yang dikenal sebagai penari, penyanyi, dan aktris ini terlihat cantik dengan balutan baju hitam dan kain batik. Dengan sangat ramah, perempuan kelahiran Bogor, 24 Juli 1973 ini segera mempersilakan kami duduk sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Dan benar saja, hanya beberapa saat saja kami menyandarkan tubuh di kursi jati bermeja bulat, adzan Maghrib berkumandang. Waktu berbuka puasa telah tiba, kami segera membasahi kerongkongan dengan segelas teh manis hangat. Camilan yang tersedia di atas meja pun segera kami lahap.

Khusus di bulan Ramadhan, Teras Jawa memang terkadang menyiapkan menu istimewa untuk berbuka puasa. Beberapa camilan tradisional seperti bakwan dan bumbu kacang, martabak kentang, rondo royal (tape goreng), lemet (sejenis timus), dan singkong keju. Camilan-camilan tersebut semakin nikmat disantap dengan seduhan teh khas Teras Jawa. Teh ini bukan teh instant yang dapat dibeli di sembarang toko, melainkan seduhan teh yang terdisi dari beberapa jenis teh.

Homy & Cozy di Teras Jawa
Teras Jawa bukanlah sebutan untuk teras yang berada di rumah milik Iga Mawarni. Teras Jawa merupakan sebuah warung tenda yang didirikan perempuan cantik ini di awal tahun 2013. Namun, tentu saja bukan warung tenda biasa. Teras Jawa tampak lebih tepat disebut sebagai sebuah resto, karena tampilannya yang tidak biasa. Bahkan, Teras Jawa terkesan unik dengan ornamen dan suasana khas Jawa yang sangat nyaman.

Di depan Teras Jawa terdapat tenda kain berwarna putih dengan atap yang mirip bentuk atap rumah joglo. Interior ruangan Teras Jawa sendiri didominasi warna putih yang berasal dari kain sebagai dinding dan menjadi kontras dengan adanya unsur kayu berwarna alami dan beberapa pajangan berornamen Jawa serta kain batik beragam corak. Untuk menambah kesegaran ruangan, beberapa jenis tanaman dalam pot menghiasi setiap meja dan pojok ruangan. Iga memang sengaja mendesain Teras Jawa seperti sebuah ruangan teras rumah.

Idenya sih sederhana. Saya ingin memindahkan teras rumah saya ke sini. Biasanya kan kalau mengobrol dengan teman itu di teras rumah, jadi dengan konsep ini terasa seperti di teras rumah saja. Di teras rumah kan lebih rileks. Selain pengunjung tampaknya lebih homy and cozy, saya juga merasa bisa lebih dekat dengan pengunjung, papar Iga.

Bagi penyanyi beraliran Jazz ini, Teras Jawa tak sekadar warung tenda biasa. Ia merupakan sarana kontemplasi di luar rumah. Tempat bercengkrama bersama teman-teman sekaligus menyalurkan hobi memasak dengan memasarkan sejumlah menu seperti selat solo, asem-asem, timlo, pecel, nasi goreng, ayam goreng, dan ayam gides.

Berada di area D’Tents Kuliner di Jl. Kemang Raya, Jakarta Selatan, Teras Jawa beriringan dengan warung tenda sejumlah artis ternama lainnya seperti Ermy Kullit dan Cornelia Agatha. Area ini memang salah satu tempat kongkow-kongkow para artis sambil menyantap beragam menu masakan. Lebih istimewa lagi, tempat ini memiliki panggung untuk menggelar live music. Beberapa kali Jazz Night digelar dengan menampilkan Iga Mawarni Ermy Kullit sebagai penyanyi.

Sunda-Jawa dalam balutan Ayam Gides
Salah satu menu juara Teras Jawa adalah ayam gides atau ayam legi-pedes. Menu ini merupakan andalan Teras Jawa yang racikannya dibuat sendiri oleh Iga Mawarni. Ayam gides merupakan menu terakhir yang berada dalam daftar menu Teras Jawa. Meski demikian, ayam gides langsung menjadi menu favorit bagi para pengunjung.

Menu di sini sebenarnya yang biasa saya makan, yang saya suka. Ada romantisme masa kecil. Tapi kalau ayam gides memang saya buat sendiri. Di Jawa tidak ada ayam gides. Saya juga menggunakan jeruk dan meramunya sendiri, kata Iga.

Ayam gides merupakan sebutan Iga untuk masakan berbahan daging ayam yang dimasak legi dan pedes. Untuk mendapatkan rasa yang diinginkan, Iga memiliki cara memasak yang khusus. Tidak hanya proses dan bumbunya yang khas, pemilihan daging ayam pun sangat diperhatikan. Hanya daging dari ayam berusia tertentu saja yang diambil Iga untuk dijadikan bahan masakan.

Ayam gides itu sebenarnya ayam goreng yang bumbunya sudah kita ungkep dulu, terus diberi kecap khusus yang sudah menjadi favorit saya sejak lama. Campuran lainnya antara lain sambal mentah, daun jeruk, dan bumbu rahasia.

Iga yang suka mengkonsumsi daging ayam coba membuat menu berbahan daging ayam dengan cita rasa lain. Jika umumnya daging ayam dimasak menjadi ayam goreng dan ayam bakar, Iga mencoba cita rasa yang memadukan rasa manis, gurih, dan pedas.

Iga yang lahir di Tatar Sunda dan besar dari lingkungan keluarga Jawa, mengaku tidak kesulitan dalam menciptakan menu ayam gides tersebut. Kegemarannya melahap lalap dan sambal diramu dengan cita rasa manis yang banyak ditemui dalam masakan Jawa membuat ayam gides buatannya sangat kaya rasa. Iga juga menambahkan beberapa helai daun jeruk dan daun jenis tertentu lainnya untuk menambah kesegaran cita rasa ayam gides.

Satu hal yang menjadi keharusan dalam proses pembuatan ayam gides adalah menemukan kecap manis yang pas rasanya. Menurut Iga, di antara sekian banyak ramuan, kecap memiliki peranan penting dalam pembuatan ayam gides, karena membungkus ayam yang sebelumnya sudah diungkep. Ras manis yang ada pada ayam gides bukan berasal dari gula melainkan dari kecap.

Jadi memang kecapnya harus ketemu yang pas karena memiliki peranan yang sangat penting. Kecapnya pas sehingga tidak bentrok dengan rasa yang ada pada ayam. Terus terang banyak kecap-kecap yang dapat mengganggu rasa, kata Iga memberikan bocoran rahasianya.

Selain ayam gides, menu yang tengah hits adalah asem-asem, dan ayam goreng. Bahkan ada satu keluarga yang sering mampir ke Teras Jawa karena anaknya sangat menyukai ayam goreng. Malah para pengunjung mengatakan jika harga makanan di Teras Jawa kelewat murah, terlebih lagi para pengunjung disuguhi deretan menu juara, suasana nyaman, pagelaran live music, dan bertemu artis idola sekelas Iga Mawarni.

Alamat Teras Jawa
Area D’Tents Kuliner
Jl. Kemang Raya, No. 14A Kemang Jakarta Selatan
No. Telp: 021-36409096 atau Handphone: 081316911090

Buka:
Pukul 16.00 22.00 WIB (Senin-Jumat), pukul 16.00 23.00 (Sabtu), Hari Minggu tutup.

Menu:
Selat solo, asem-asem, timlo, pecel, nasi goreng, ayam goreng, dan ayam gides.
Camilan seperti bakwan dan bumbu kacang, martabak kentang, rondo royal (tape goreng), lemet (sejenis timus), tempe mendoan, pisang goreng, dan singkong keju.
Aneka minuman seperti wedang jahe, es jeruk nipis, es teh, es tape ketan, es rujak degan, wedang teh sereh, dan kopi.

Tulisan saya ini pernah dimuat Majalah Duta Rimba Edisi Jul-Agustus 2013.


TAGS Kuliner


-

Author

Follow Me