• 7

    Jul

    Belajar Kepada Padi

    Para orangtua kita sering memberikan nasihat, contohlah tanaman padi yang semakin berisi semakin merunduk. Nasihat atau petuah orangtua tersebut dipahami banyak orang sebagai rumus agar kita memiliki sikap tawadlu. Sebuah sikap dan perilaku yang sangat dianjurkan untuk menangkis sikap dan perilaku takabbur. Sekadar memperkaya catatan kita, padi yang dalam bahasa latinnya adalah Oryza sativa L. merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradaban. Produksi padi dunia menempati urutan ketiga dari semua serealia, setelah jagung dan gandum. Namun demikian, padi merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia. Mungkin sudah beratus-ratus tahun lamanya tanaman padi menjadi contoh klasik yang selalu diberikan para leluhur sehingga sampai kepada kita. Dan jika dipe
  • 5

    Mar

    Sudahkah Anda Bahagia?

    Salah satu doa yang paling sering kita baca adalah doa Sapu Jagad. Doa yang disarikan dari QS. Al-Baqarah ayat 201 itu adalah: Robbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hassanah wa qina adzaabannar (Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat serta peliharalah kami dari siksa neraka). Disebut sapu Jagad, karena doa ini mencakup tujuan hidup setiap manusia, yakni memohon kebahagiaan dunia dan akhirat. Begitupun dengan kita, melalui doa ini kita berharap Allah Azza wa Jalla berkenan melimpahkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Namun, doa hanyalah bentuk ratapan kita di hadapan-Nya. Selain berdoa, tentu saja kita diwajibkan untuk berusaha meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Di sinilah kita ditantang untuk membuktikan keseriusan ratapan kita tersebut. Permohonan kita untuk
  • 5

    Mar

    Cinta Yang Sebenarnya

    Boleh jadi, cinta menjadi sebuah kata paling tua. Meski tidak selalu diucapkan, paling tidak kata cinta menjadi penyambung dua hati yang berbeda. Itu pula tampaknya yang terjadi pada Adam dan Hawa. Entah seperti apa bahasa yang mereka gunakan untuk mengungkapkan cinta, namun kitab suci mencatat keduanya terusir dari surga akibat bujukan Iblis. Ya, saat itu Adam dan Hawa lebih mencintai bujuk rayu Iblis dibanding mencintai perintah Allah Swt. Lalu dengan atas nama cinta pula Adam dan Hawa memohon ampun atas segala khilaf. Setelah sekian lama keduanya terpisah, akhirnya Allah Swt. berkenan mengampuni dan menyatukan keduanya. Adam dan Hawa kembali meraih cinta sebenarnya. Mereka menyadari bahwa sejatinya cinta haruslah disandarkan pada Sang Pemilik Cinta, yakni Allah Azza wa Jalla. Sebagai
-

Author

Follow Me