• 15

    Jul

    Sujud Terakhir Nyi Iha

    Hari mulai gelap saat mentari bertukar tempat dengan rembulan yang perlahan beranjak naik. Cuaca cerah sejak pagi menyisakan sepoi angin malam yang khas bercampur aroma kabut. Inilah senja, permulaan malam nan sempurna. Paling tidak, begitulah pikir rambetuk dan tonggeret yang memang menyukai suasana malam berbintang. Gema adzan Maghrib dari langgar-langgar dan masjid-masjid, mulai bersahutan. Meski berbenturan, namun gemuruh adzan tetap saja meluruhkan keangkuhan manusia yang bergelimang gulana. Adzan senja kala itu menyeka getir dan kepenatan jiwa. Mengajak manusia untuk segera menepi dari segala aktifitas sepanjang hari, bersimpuh dengan segetir-getirnya ratapan pada Ilahi. Tak berapa lama selepas adzan mereda, rembulan menunjukkan bulatannya pada alam. Cahayanya yang memerah setenga
  • 17

    Oct

    Mang Ndut Kepingin Langsing

    Tak seperti biasanya, angin pagi di kawasan Bogor kali ini tidak begitu menggigit, menusuk lebih dalam ke rongga-rongga tulang. Selimut tebal yang semalam dipakai pun mulai disingkirkan karena rasa gerah sudah sangat terasa. Padahal, semalam hujan tampak begitu lebat dengan petirnya yang sesekali menghentakkan telinga. Sudah sejak senja masyarakat di komplek itu tak beranjak ke luar rumah karena lebih memilih mendekam di bilik kehangatan sambil berselimut dan memicingkan mata. Di awal hari sebelum matahari terbangun dari tidurnya, sejumlah pedagang sudah berteriak menjajakan dagangannya. Bahkan, warung sayur Pak Dhe sudah dikerubuti ibu-ibu yang tidak mau kehabisan bahan-bahan masakannya. Teriakan khas ibu-ibu pun segera mengambil alih suasana pagi yang hening itu menjadi sangat bising.
  • 17

    Oct

    Suerrr, Akang Belum Ikhlas

    ANGIN malam berhembus pelan meniup setiap dedaunan yang seketika asyik bergoyang dengan syahdunya. Seperti sebuah orkestra, angin adalah sang arranger yang mengatur dedaunan untuk memunculkan sebuah alunan musik yang indah didengar. Meski tak bersyair, namun sesungguhnya irama orkestra malam itu mengandung pemaknaan nan indah tentang ciptaan Tuhan. Mereka bertasbih dan memuji seraya menyeru keagungan Tuhan dalam setiap desah dan liuk tubuhnya. Semakin lama orkestra malam semakin seru, apalagi jangkrik dan bangkong sawah mulai bergabung dengan menyumbangkan suara khas. Orkestra malam, kini, mulai berlagu. Syairnya berasal dari jangkrik dan bangkong sawah yang saling bersahutan melantunkan syair berpantun. Tak sulit mengundang jangkrik dan bangkong sawah, karena keduanya merupakan biduan
  • 11

    Oct

    Tuhan, Fair Play dong..

    Perempuan tua itu meringis kesakitan ketika anak asongan penjaja permen dan rokok sekonyong-konyong menerobos barisan para penumpang yang keletihan. Bahkan perempuan tua itu hampir terjatuh kalau saja bahunya yang doyong tidak tertopang badan gemuk lelaki berkumis tebal yang berlepotan asap rokok. “Uups.., hampir saja,” gumam si nenek bersyukur meski sejurus kemudian hatinya mengumpat karena jantungnya yang karatan harus empot-empotan menahan sambaran asap rokok. Si anak asongan yang menjadi pelaku insiden itu hanya cengar-cengir, dingin. Tidak ada kata maaf yang terucap. Begitu juga ketika laki-laki berjaket kulit lusuh mengumpatnya karena sepatu hitam yang dibelinya di emperan Blok M dua hari lalu terinjak. Kali ini si anak asongan pun diam, bahkan tak ada cengar-cengir. L
-

Author

Follow Me