• 13

    Dec

    Aku dan Hewan Peliharaan Imajinasiku

    Pernah kumerenung betapa serunya jika aku memiliki hewan peliharaan. Namun seringkali pula aku berpikir, alangkah sedihnya jika hewan peliharaanku itu harus sakit lalu mati karena kecerobohanku. Bukankah itu sama saja aku telah membunuh salah satu makhluk ciptaan Allah? Lalu, seringkali pula aku berkhayal dalam pikir imajinasiku untuk tetap memiliki hewan yang begitu dekat dan menjadi sahabat dalam keseharianku. Aku sebut itu hewan sahabat terbaik dalam hidupku. Ia akan menemaniku dalam setiap kesempatan, baik ketika aku sedih maupun gembira. Baik ketika aku tertawa maupun menangis. Ia bisa berada di manapun aku terdiam, berjalan, berlari, maupun ketika aku terlelap. Jika hewan itu ada, Aku ingin memilih Buraq sebagai hewan sahabat terbaikku. Kenapa Buraq? Bukankah itu hewan yang menja
  • 15

    Apr

    Terancam di-DO Karena Ibunya Murtad

    Ini kisah seorang teman yang tengah galau atas sebuah kejadian di tempatnya bekerja. Kejadian bermula saat seorang Ibu mencak-mencak di ruang kepala sekolah tempat ia bekerja. Si Ibu dipaksa untuk mengeluarkan anaknya dari sekolah tersebut. Alasannya, sejumlah orangtua siswa mendesak pihak sekolah untuk mengeluarkan kebijakan itu. So, what happened? Begini. Si Ibu adalah orang tua dari Ayu, siswi di kelasku. Sikapnya yang berubah-ubah menjadi pertimbangan yang utama. Coba saja perhatikan, awalnya dia memakai pakaian yang biasa saja. Tiba-tiba, penampilan dia berubah memakai burqa lengkap dengan cadarnya. Eh, belakangan.. penampilannya berubah lagi. Dia lepas burqa dan aksesorisnya itu. Dia lebih sering terlihat mengenakan rok mini dan tank top. Subhanallah. Kenapa bisa begitu? tanyaku
  • 17

    Oct

    Dosakah Aku Karena Mencumbu Tuhan?

    Kenikmatan itu muncul mengiringi tiap tetes air mataku. Ketenangan itu hadir di tengah senggukan nafasku yang kian tak teratur. Semakin tak teratur, semakin tenang hati ini. Debar jantungku bukanlah ekspresi kegelisahan. Inilah emosi jiwa yang merindukan belaian kasih sayang. Biarlah kuyup kain ini oleh kucuran air mata yang tak kunjung berhenti meski telah menggenang. Telah beratus kali jidat ini kubenturkan dalam sujud, beratus kali pula aku tersungkur untuk menghamba tanpa pamrih. Aku ikhlas, Ya Allah. Hanya Engkau yang aku damba, ridha-Mu lah yang kupinta. Aku sungguh mencinta-Mu!! Segala puji bagi-Mu Allah. Lima belas kali sudah aku berturut-turut memantapkan niat untuk menghadap-Mu di sepuluh sisa Ramadhan. Selama itu pula aku bersimpuh di depan tempat-tempat Multazam di Rumah-Mu
  • 17

    Oct

    Tak Ingin Daster Bermotif Bunga

    Lembayung senja baru saja ditelan bumi di ufuk barat. Meski biasanya sinar merah jingga itu tak begitu tergambar di atas kanvas Kota Metropolitan, namun guratan lurus yang melintang pada senja kali itu, begitu nampak. Cuaca cerah sepanjang hari mungkin bisa menjawab suasana tak biasa itu. Musim kemarau yang kembali datang setelah tiga bulan hujan mengguyur Jakarta, membuat panas cuaca pada senja menjelang malam. Kesejukkan mungkin hanya dapat dirasakan pemilik rumah gedong yang tiap ruangannya full AC. Tinggal pijit remote, semilir angin mampu menghilangkan panas dan penat setelah seharian bekerja. Bagi kebanyakan orang, membuai diri dalam ruangan yang dipenuhi semilir angin ibarat terlena angin surgawi yang dihembuskan kipas para bidadari. Namun, tak seperti orang kebanyakan itu, Purwa
-

Author

Follow Me