• 6

    Jun

    Menulislah dengan Gembira

    Hingga Jumat malam, 5 Juni 2015, saya masih belum juga menentukan topik apa yang akan saya bawakan saat coffee morning pada Ahad lusa. Itu juga yang saya katakan kepada Ustad Irfan saat bertemu di mushalla selepas Shalat Maghrib. Namun ingatan saya kepada sosok bapak di kampung, menggiring saya untuk menengahkan topik seputar menulis sebagai terapi. So, kenapa bapak di kampung yang menjadi pelecutnya? Yup, sejak empat tahun terakhir, bapak divonis dokter menderita demensia. Kondisi kesehatan bapak justru semakin menurun usai dilakukan operasi pada kepala beliau. Operasi dilakukan mengikuti saran dokter yang menemukan banyaknya cairan di dalam kepala beliau. Menurut dokter, jika tidak segera diambil tindakan operasi, cairan itu akan semakin banyak dan dapat mengerucutkan otak. Masya Alla
  • 2

    Jul

    Gadis Cantik dan Rok Mini

    Sebuah sore di Jl. Fatmawati Raya, pukul 16.30. Ini kisah tentang seorang gadis cantik penumpang metromini jurusan Blok M-Pondok Labu. Jika melihatnya, saya kira setiap lelaki pasti sepakat dengan saya bahwa ia memang cukup cantik. Usianya kira-kira tak lebih dari 20 tahunan. Rambut panjang hitamnya digelung sedikit dengan tali pengikat rambut berwarna pink. Baju merahnya dengan kancing atas sedikit terbuka bersanding indah dengan rok mini denim berwarna biru sedikit menghitam. Tas kecil hitam yang di gendongnya menambah aura memikat gadis itu. Melihat tampilannya, ia mungkin seorang mahasiswi atau sales promotion girl. Bau tubuhnya wangi. Itu jelas tercium karena ia duduk persis di depan saya, bersebelahan dengan seorang kakek yang duduk di metromini sejak dari Blok M. Jangan lagi tanya
  • 1

    Jul

    Menapaki Kaki-Kaki Langit

    Sejatinya, setiap orang adalah pemimpin. Minimal bagi dirinya sendiri. Begitu yang diajarkan Drs. KH. Rusydi Bey Fananie kepada Husnan sejak kecil. Ajaran itu pula yang diterima Husnan ketika ia nyantri di Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Ponorogo. Karena setiap orang adalah pemimpin, maka dirinya akan mempertanggung-jawabkan setiap apa yang dilakukannya. “Namun sayangnya, kebanyakan orang justru tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya tidak layak menjadi seorang pemimpin. Mereka maju sebagai seorang pemimpin hanya bermodalkan keberanian saja. Tanpa ilmu apalagi ketakwaan. Bahkan seringnya, ambisi besar menjadi modal satu-satunya,” tandas Husnan. Buku ini tak sekadar menceritakan rekam jejak sosok Husnan Bey Fananie yang sangat menarik untuk diikuti. Di dalamnya terdapat
  • 30

    Jun

    Jumat Unik Ala Sri Martani

    Jumat, 23 Mei 2014. Tidak seperti shalat Jumat yang sering saya ikuti, kali ini, shalat Jumat di Kampung Wungu, Desa Sri Martani, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memberikan warna yang sangat unik. Seremonial shalat Jumat, boleh jadi, tak akan ditemukan di lain tempat. Masyarakat setempat memberikan corak pada shalat Jumat yang sarat akan local wisdom. Intinya, shalat Jumat kali ini begitu mengesankan. Masjid Al-Ikhsan berdiri tidak terlalu gagah. Terdiri atas dua ruangan yang dipisahkan sebuah dinding dengan ornamen bolong-bolong. Ornamen yang dimaksud adalah sejenis konblok kotak kecil yang tengahnya bolong. Konblok-konblok itu kemudian dipasang beraturan sebagai dinding. Fungsinya adalah agar jamaah Muslimat dapat melihat gerakan imam shalat ketika ber
  • 1

    Aug

    Terlambat Sahur Gara-Gara Alarm

    Tulisan ini dibuat untuk mengisi kolom Ramadhan Anak yang dilansir Harian Umum Republika di rubrik Khazanah Ramadhan. Dan, alhamdulillah.. setelah dikirim pada 22 Juli 2013, tulisan ini dimuat pada Ahad, 28 Juli 2013. Memang sih ada editan dari redaksi, mungkin mengingat space yang terbatas. Tapi, tetap saja saya bersyukur Alhamdulillah, semoga tulisan ini menjadi motivasi Dede Qiva dan kami sekeluarga untuk makin rajin beribadah dan berkarya. :) Berikut tulisan lengkapnya, sebelum diedit sang redaktur: Hari kedua Ramadhan tahun ini menjadi peristiwa yang tak akan kulupakan. Bukan hanya aku seorang, melainkan juga ayah, bunda, dan kakak kembarku Qiya. Gara-garanya adalah alarm. Lho, kenapa bisa begitu? O, iya. Perkenalkan dulu, namaku Tsaqiva Zahrotul Firdausy dan biasa dipanggil Qiva
- Next

Author

Follow Me