• 6

    Jun

    Menulislah dengan Gembira

    Hingga Jumat malam, 5 Juni 2015, saya masih belum juga menentukan topik apa yang akan saya bawakan saat coffee morning pada Ahad lusa. Itu juga yang saya katakan kepada Ustad Irfan saat bertemu di mushalla selepas Shalat Maghrib. Namun ingatan saya kepada sosok bapak di kampung, menggiring saya untuk menengahkan topik seputar menulis sebagai terapi. So, kenapa bapak di kampung yang menjadi pelecutnya? Yup, sejak empat tahun terakhir, bapak divonis dokter menderita demensia. Kondisi kesehatan bapak justru semakin menurun usai dilakukan operasi pada kepala beliau. Operasi dilakukan mengikuti saran dokter yang menemukan banyaknya cairan di dalam kepala beliau. Menurut dokter, jika tidak segera diambil tindakan operasi, cairan itu akan semakin banyak dan dapat mengerucutkan otak. Masya Alla
  • 1

    Jul

    Menapaki Kaki-Kaki Langit

    Sejatinya, setiap orang adalah pemimpin. Minimal bagi dirinya sendiri. Begitu yang diajarkan Drs. KH. Rusydi Bey Fananie kepada Husnan sejak kecil. Ajaran itu pula yang diterima Husnan ketika ia nyantri di Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Ponorogo. Karena setiap orang adalah pemimpin, maka dirinya akan mempertanggung-jawabkan setiap apa yang dilakukannya. “Namun sayangnya, kebanyakan orang justru tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya tidak layak menjadi seorang pemimpin. Mereka maju sebagai seorang pemimpin hanya bermodalkan keberanian saja. Tanpa ilmu apalagi ketakwaan. Bahkan seringnya, ambisi besar menjadi modal satu-satunya,” tandas Husnan. Buku ini tak sekadar menceritakan rekam jejak sosok Husnan Bey Fananie yang sangat menarik untuk diikuti. Di dalamnya terdapat
  • 19

    Jun

    Ayah, Islam itu apa sih?

    Kamis menjelang malam selepas pulang dari Shalat Maghrib di Mushalla, pembicaraan ringan ini tercipta: Qiva: “Ayah, Islam itu apa sih..?” Qiya: “Islam itu ya.. agama kita, yang menyuruh kita untuk shalat, puasa, dan menyembah Allah.” Qiva: “Emang cuma itu, Yah?” Saya diam sesaat, sambil memerhatikan tingkah lucu Si Kembar di hadapan saya. Bagi kami, perbincangan ini kerap terjadi. Kapan saja, di mana saja. Sesuatu yang menggelitik akal mereka seringkali ditanyakan. Kali ini, untuk menjawab pertanyaan Qiva, saya belum ingin menjabarkan apa itu Islam versi sebuah hadits yang menengahkan kisah Jibril yang datang menanyakan Islam pada Nabi Saw. saat dikelilingi para sahabatnya. Saya juga belum ingin menjabarkan hal-hal yang dirasa ribet dan njelimet, mesk
-

Author

Follow Me