• 21

    Oct

    Pindang Gombyang Bikin Lidah Bergoyang

    Kawasan Pantura kerap menawarkan cerita indah. Tak terkecuali soal kuliner yang selalu mampu menggugah selera. Dari sekian banyak varian kuliner khas Pantura, Pindang Gombyang menjadi menu yang wajib dicicipi. Keunikan cita rasa dan kesegaran masakan khas Indramayu ini memang pantas disebut juara. ***** Bau khas angin laut langsung tercium saat saya dan tim liputan DUTA RIMBA menginjakkan kaki di rumah makan Panorama. Letak rumah makan yang terkenal dengan menu Pindang Gombyang ini memang cukup dekat dengan laut. Dengan jarak kurang dari 700 meter dari pantai, aroma laut memang sangat terasa. Bagi masyarakat setempat, Pindang Gombyang bukanlah menu istimewa. Sebab Pindang Gombyang merupakan masakan tradisional yang kerap dinikmati masyarakat Indramayu. Bahkan kini, di sejumlah rumah m
  • 21

    Oct

    Ayam Gides Iga Mawarni

    Lama tak terdengar, Iga Mawarni kini muncul dengan image berbeda. Penyanyi cantik yang hits dengan lagu Kasmaran di awal era 90-an itu, kali ini tampil dengan Teras Jawa yang menawarkan sajian juara. Tak hanya menyantap menu istimewa, jika beruntung, Anda pun bisa mendengarkan suara emas dan berfoto ria dengan artis serba bisa ini. So, apa kabar Iga Mawarni? Malam hampir menyantap senja saat DUTA RIMBA berkunjung ke Teras Jawa milik Iga Mawarni. Saat kami tiba, sang pemilik Teras Jawa menyambut dengan senyumnya yang khas. Iga Mawarni, sosok artis serbabisa yang dikenal sebagai penari, penyanyi, dan aktris ini terlihat cantik dengan balutan baju hitam dan kain batik. Dengan sangat ramah, perempuan kelahiran Bogor, 24 Juli 1973 ini segera mempersilakan kami duduk sambil menunggu waktu berb
  • 12

    Aug

    Nasi Lengko, jeh!!

    Cuti lebaran usai sudah. Setelah berkumpul, bersalam-salaman, silaturrahim dengan kerabat dan teman-teman di kampung, serta sempat berwisata ke Situ Lengkong di Panjalu Ciamis, saya pun harus segera kembali ke Jakarta. Di kampung, rasa kangen menyantap beberapa kuliner khas Cirebon terbayar lunas! Yup. Kapan lagi saya berwisata kuliner kalau bukan saat lebaran? Sayur cabe ala Mak Encas, Sega jamblang Bu Nur, dan tahu gejrot sudah saya lahap habis. Tapi, sayangnya ada satu menu yang tidak saya temukan, yaitu Nasi Lengko. Sejak ibu meninggal pada 2004 silam, saya memang tak lagi menyantap nasi lengko saat pulang ke kampung. Kadang, sekadar untuk membunuh rasa kangen menyantap Nasi Lengko, saya meminta istri untuk membuatkannya. Mumpung lagi “ngidam” Nasi Lengko, berikut saya boc
-

Author

Follow Me